Rabu, 22 Juli 2009

The Hardest Part



crush..crush..crush...
and i was broken into pieces...

i know you feel the same...

but we both know that destiny can be so cruel...


gw sadar bahwa untuk mengakhiri hubungan adalah hal yang paling berat..menimbang semua kenangan yang pernah di jalanin bersama...mengingat semua suka duka yang dah dilalui..semua itu adalah dilema..takdir memang udah menuliskan jalannya seperti ini, dimana perpisahan ini bukan karena rasa yang telah mati, tapi keadaan yang memutuskan bahwa ini adalah jalan yang terbaik..kejam, dan butuh waktu untuk menerima dan mengikhlaskan ini terjadi...semua sakit ini udah tertancap di hati gw saat ini...jujur aja,malam ini gw rapuh...ngerasa bingung kemana gw harus bersandar,sandaran gw telah pergi...bingung kemana gw harus mengeluh,takdir tidak bisa dinegosiasikan...semua serba campur aduk di benak gw,batas antara sadar dan mimpi terasa bias..


All my plans
they depend on you

Depend on you

To help them grow

I love you

And that’s all I know


all i know-five for fighting

indahnya menjadi seorang pemimpi adalah ketika kita tidak perlu berurusan dengan sesuatu yang kita sebut realita..dimensi yang ada, hanya dunia yang ideal sesuai dengan kemauan kita, dimana semuanya bisa kita rancang sesuai dengan impian kita..tak perlu lelah dengan segala sesuatu yang menjerat..agama,budaya,keadaan bisa kita tepiskan begitu saja..kebenaran ada di tangan kita..tapi semua itu hanya menjadi sebuah batas fana,karena semua yang ada di dalamnya hanya akan berada dalam angan..semakin banyak pertanyaan yang mampir di benak gw...apa yang harus gw lakuin saat ini?ke depannya tanpa dia?apa dia bisa melalui semua ini dengan baik-baik saja?apa dia sakit seperti halnya gw?...

mengingat apa yang dah dijalanin...gw dan dia sudah kadung melepas semua perasaan yang kami punya..memberikan semuanya dalam keterbatasan kami sebagai manusia...saling mengagumi kelebihan masing-masing, saling menerima kekurangan kami masing-masing..untuk membangun hal itu jelas butuh proses dan itu bukan perkara yang gampang..entah berapa besar pengorbanan yang udah kami lakukan untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik...dan kami menjalaninya dengan sepenuh hati...dunia serasa milik kami berdua..indah...yup itu kata yang tepat ngegambarin semua yang telah terjadi...hingga pada akhirnya kami harus berhadapan pada realita..realita yang mengelilingi kami dan membelenggu kami..seakan ditampar dari mimpi, semua perbedaan yang membentang menyadarkan kami bahwa kami adalah dua orang yang ada pada kondisi yang tak bisa disatukan...dan akhirnya seperti ini akhirnya, sebuah perpisahan..balada ini harus berakhir di sini, menyisakan banyak pertanyaan yang belum terjawab..ada kuasa di luar batas manusia yang membuat kami tidak bisa menjawabnya,dan hanya bisa merelakan waktu untuk menjawabnya untuk kami..gw hanya berharap, semoga kedewasaan antara gw dan dia mampu menjadi alasan mengapa jalan ini yang harus ditempuh...

semua doa gw malam ini hanya untuk berharap dia bisa menjalani sisa hidupnya dengan bahagia,meskipun tanpa gw..gw hanya bisa berterimakasih pada Tuhan yang dah mempertemukan gw dan dia..dan menjadi salah satu kisah terindah dalam hidup gw...

*muu,terimakasih untuk semuanya...terima kasih untuk cintanya,aku ga pernah ragu sedikitpun bahwa cintamu itu tulus...muu,tolong berhenti menyalahkan diri sendiri,kisah ini sudah terlalu indah,biarkan kita mengenangnya sebagai hal yang indah..mungkin di kehidupan ini,kita ga bisa bersama..aku ingin kamu tahu bahwa aku sayang kamu dan aku sangat bersyukur kisah ni pernah ada dalam hidupku..kamu adalah anugerah..aku percaya itu...

terima kasih...

Endings always come too fast
They come too fast
And they pass too slow

2 komentar:

satanized adi mengatakan...

yg sabar rul... huhuhu aku jd ikut sdih nih hiks

Land mengatakan...

semangat